
loading…
Duta besar Rusia menunjukkan peran kelompok BRICS kepada negara Afrika. Berbeda dengan aliansi yang dipimpin oleh Barat seperti NATO atau EU, BRICS mendorong inklusivitas dan saling menghormati. Foto/Dok
Dalam sebuah wawancara dengan mingguan lokal Bizweek, Zeynalova menyatakan bahwa “perdagangan yang adil adalah hal yang krusial,” karena orang-orang Afrika seharusnya memiliki kebebasan untuk membentuk perkembangan mereka sendiri, bebas dari batasan pola ekonomi pasca-kolonial.
Merefleksikan tantangan sejarah Afrika, Zeynalova mengutarakan, bahwa warisan kolonialisme terus menyelimuti benua tersebut. Ia juga menambahkan, bahwa pemerintahan kolonial mencuri dari semua orang dan kekayaan alam Afrika.
Baca Juga: Amerika Desak India Tinggalkan BRICS: ‘Berbisnislah dengan AS’
Ditegaskan juga olehnya bahwa generasi saat ini berhak mendapatkan kesempatan untuk hidup yang lebih baik dan berdaulat. “Waktu kolonialisme harus berakhir,” lanjutnya.