
loading…
Sosok Emir Parengkuan kini mulai mengukuhkan posisinya sebagai praktisi sekaligus edukator pasar modal. FOTO/dok.SindoNews
“Banyak orang masuk ke pasar cuma lihat hasilnya, padahal yang paling penting justru prosesnya. Trading itu bukan soal cepat untung, tapi soal paham apa yang sedang kita hadapi dan berani disiplin dengan keputusan sendiri,” ujar Emir dalam keterangannya, Sabtu (7/2/2026).
Langkah Emir ini merupakan bentuk dedikasi untuk membangun reputasi berdasarkan kapasitas pribadi ketimbang sekadar mengandalkan privilege keluarga. Ia aktif memanfaatkan platform media sosial seperti Instagram, YouTube, dan TikTok untuk menjangkau audiens luas, mulai dari trader pemula hingga profesional, dengan memberikan ulasan realita pasar yang apa adanya.
Baca Juga: Saham-saham Rontok Berjamaah, Danantara Sebut Koreksi Alam
Dalam setiap kontennya, Emir mempopulerkan teknik Money Flow yang ia kembangkan dari hasil pembelajaran mendalam sebagai anak didik Hengky Adinata dan pengalaman di Remora Trader. Pendekatan ini mengajak investor membedah aliran modal dan memahami psikologi penggerak pasar, sehingga mereka tidak terjebak pada fluktuasi harga semata.
Kehadiran Emir di ruang digital disambut antusias oleh publik, terbukti dengan pertumbuhan pengikut yang mencapai lebih dari 40 ribu dalam waktu singkat yakni tiga bulan. Keberhasilan ini memperkuat eksistensinya sebagai figur yang relevan dalam ekosistem pasar modal, terutama bagi generasi muda yang membutuhkan panduan logis.