
loading…
Salah satu negara Uni Eropa tengah mempertimbangkan langkah ekstrem untuk membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) bagi warga asing, imbas serangan AS-Israel terhadap Iran. Foto/Dok
Perdana Menteri Slovakia, Robert Fico menyatakan, bahwa situasi energi saat ini sudah masuk dalam tahap kritis. Hal ini dipicu oleh terjepitnya pasar minyak global akibat perang di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS)-Israel versus Iran serta berhentinya aliran minyak Rusia melalui pipa Druzhba.
Baca Juga: Perang AS-Iran Bikin Susah Banyak Negara, 100.000 Pekerja di Inggris Terancam PHK
Berdasarkan laporan media lokal, pemerintah Slovakia berencana menerapkan sistem dua harga. Skema ini akan memberikan harga diesel yang lebih murah bagi warga pemegang dokumen kendaraan Slovakia, sedangkan pengemudi asing akan dikenakan tarif yang jauh lebih tinggi.
“Pengemudi dari wilayah perbatasan (Polandia dan Austria) telah membuat SPBU kita benar-benar kering,” tegas Fico.
https://www.youtube.com/watch?v=DCxF6K
Selain harga ganda, pemerintah juga berencana membatasi jumlah liter BBM yang boleh dibeli oleh kendaraan asing guna mencegah ekspor informal. Slovakia, melalui kilang Slovnaft (bagian dari MOL Group Hungaria), melaporkan adanya kekurangan pasokan sebesar 20% di pasar global.
Ada dua faktor utama yang dituding sebagai biang keladi yakni memanasnya konflik timur tengah. Perang yang melibatkan AS-Israel melawan Iran telah memicu penutupan Selat Hormuz. Jalur air ini sangat vital karena menangani 20% pasokan minyak mentah dunia lewat laut.