
loading…
Dyna Day 2025 di Jakarta. FOTO/dok.SindoNews
“World Bank memperkirakan kontribusi AI bisa mencapai 10 persen dari PDB nasional. Meski sebelumnya kita tertinggal dalam revolusi industri, kini Indonesia memiliki peluang besar untuk memimpin revolusi nasional AI berbekal populasi besar dan percepatan adopsi digital,” ujar AI National Roadmap Advisor, Andreas Tjendra dalam keterangannya, Jumat (26/9).
Baca Juga: Pakar IPB Ungkap Dampak Buruk Remaja yang Lebih Nyaman Curhat ke AI
Menurut dia Indonesia berada dalam posisi strategis untuk memanfaatkan momentum revolusi AI. Wakil Sekretaris Jenderal II Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech), Saat Prihartono, menambahkan bahwa sektor fintech tanah air siap mengadopsi AI. Namun, ia mengakui masih ada tantangan seperti keterbatasan talenta, infrastruktur, serta keterampilan.
“AI berpotensi meningkatkan produktivitas, menyederhanakan proses operasional, dan memperkuat keterlibatan pelanggan, sehingga mendorong ekosistem keuangan yang lebih dinamis,” kata dia.