
loading…
Harga minyak mentah global jenis Brent mencapai level tertinggi sejak Juli 2022 menyusul eskalasi militer di Timur Tengah. FOTO/Tech Stok
“Setiap hari yang berlalu membuat semakin sulit untuk berargumen bahwa gangguan pengiriman dan infrastruktur energi hanya bersifat sementara,” ujar Jim Reid dari Deutsche Bank dalam catatannya kepada klien, menanggapi ketidakpastian pasar, dikutip dari New York Times, Senin (22/3/2026).
Baca Juga: Rudal Iran Hantam Fasilitas Nuklir Israel di Dimona
Pada penutupan perdagangan Jumat (20/3), minyak Brent bertengger di posisi USD112,19 per barel. Kondisi ini diikuti dengan kenaikan harga rata-rata bensin reguler di Amerika Serikat yang melonjak menjadi USD3,94 per galon, naik signifikan dibandingkan posisi bulan lalu yang masih berada di level USD2,93.
Konflik yang kian meruncing sejak akhir Februari 2026 tersebut telah menyebabkan terhentinya operasional di Selat Hormuz. Korps Pengawal Revolusi Islam Iran memperingatkan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan aliran minyak melintasi jalur tersebut, terutama bagi kapal-kapal yang berafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat konflik.