
loading…
Ilustrasi. FOTO/iStock Photo
Para ahli menekankan pentingnya transparansi terkait klaim bahwa produk berasal dari sumber air pegunungan terlindungi. Menurut mereka, visualisasi iklan dapat membentuk persepsi publik yang berbeda dengan praktik operasional perusahaan.
“Padahal, air itu dipompa dari akuifer (lapisan batuan di bawah tanah) dengan metode pengeboran. Ini adalah persoalan kejelasan komunikasi,” ujar Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara, Algooth Putranto, dalam pernyataannya, Kamis (20/11/2025).
Baca Juga: Beda Air Rumahan, Produk AMDK Telah Melalui Uji Ketat
Pandangan senada disampaikan peneliti strategi komunikasi dari LSPR Institute, Safaruddin Husada. Ia menilai perusahaan perlu menjelaskan secara eksplisit bahwa air yang dipasarkan memang bersumber dari akuifer pegunungan yang terlindungi untuk menghindari kesenjangan persepsi di masyarakat. “Celah persepsi inilah yang berpotensi menimbulkan kebingungan konsumen,” kata Safaruddin.
Selain mengenai sumber air, para pengamat menyoroti inkonsistensi komunikasi Aqua dalam polemik sebelumnya terkait kandungan Bisfenol A (BPA) pada galon guna ulang. Algooth mengingatkan bahwa meski perusahaan menyatakan produk lama aman, mereka kemudian turut mempromosikan galon bebas BPA, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi pesan.