
loading…
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison. FOTO/dok.SindoNews
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, menegaskan bahwa model kolaboratif ini menjadi standar baru dalam cara kerja pemerintah. “Ini adalah bukti komitmen kami untuk mengubah total cara kerja pemerintah. Partisipasi publik harus bermakna, dimulai sejak hari pertama perancangan, bukan hanya formalitas saat dokumen sudah final,” ujar Leontinus dalam keterangan tertulisnya.
Baca Juga: Kompetisi Pemberdayaan Masyarakat, Kemenko PM Pilih 8 Tim Masuk Final Innovilleague 2025
Menurut Leontinus, pendekatan tersebut merupakan esensi dari pemerintahan yang kolaboratif (Collaborative Governance) yang menjadi prinsip pimpinan Kemenko PM, Presiden Prabowo, dan Menko Muhaimin Iskandar. Kehadiran puluhan CEO, akademisi, komunitas, dan perwakilan pemerintah daerah dalam uji publik ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk merancang program bersama para pemangku kepentingan sejak tahap konsepsi.
Diskusi dalam uji publik ini dibagi ke dalam beberapa sesi breakout berdasarkan sub-sektor ekonomi kreatif, meliputi kuliner, fesyen, kriya, dan game. Leontinus menambahkan bahwa obsesi untuk mendengar suara “konsumen”, dalam hal ini publik, adalah DNA yang dibawanya dari sektor swasta ke pemerintahan.