Iran Tutup Selat Hormuz, Jalur Minyak Dunia Terancam Lumpuh



loading…

Iran resmi menutup Selat Hormuz pada Sabtu (28/2), sebagai respons langsung atas serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel. FOTO/AP

LONDON – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) resmi menutup Selat Hormuz pada Sabtu (28/2), sebagai respons langsung atas serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke wilayahnya sehari sebelumnya. Langkah drastis ini langsung mengancam jalur distribusi minyak mentah global dan memicu kekhawatiran akan lonjakan harga energi yang signifikan.

“Saai ini dilakukan penutupan Selat Hormuz oleh pasukan IRGC menyusul agresi terhadap Iran,” ujar Brigadir Jenderal IRGC Ibrahim Jabari kepada penyiar Al-Mayadeen, seperti dikutip dari Sputnik, Minggu (1/3/2026).

Penutupan ini terjadi setelah eskalasi militer besar-besaran di kawasan. AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap target-target di Iran, termasuk ibu kota Teheran, yang dilaporkan menimbulkan kerusakan dan korban sipil. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel dan menargetkan infrastruktur militer AS di Timur Tengah.

Baca Juga: Media Pemerintah Iran: Khamenei Mati Syahid setelah Diserang Israel-AS

Situasi ini berdampak langsung pada industri minyak global. Kantor berita Reuters, mengutip empat sumber terpercaya, melaporkan, sejumlah perusahaan minyak besar dan perusahaan perdagangan terkemuka telah menangguhkan pengiriman minyak mentah dan bahan bakar melalui selat strategis tersebut. “Kapal-kapal kami akan tetap berada di tempatnya selama beberapa hari,” ujar seorang eksekutif senior di sebuah perusahaan perdagangan besar.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *