
loading…
Pemerintah membahas terkait kondisi geopolitik terkini di Timur Tengah dampaknya terhadap impor migas Indonesia dari AS. FOTO/dok.SindoNews
“Sebagai pembantu Presiden dipanggil harus menghadap dulu, habis ini baru melapor kita,” kata Bahlil kepada awak media setibanya di Kompleks Istana Kepresidenan.
Bahlil mengungkapkan, pembahasan dengan Presiden Prabowo kemungkinan besar menyangkut kondisi geopolitik terkini di Timur Tengah, termasuk penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi minyak dunia.
“Mungkin menyangkut dengan kondisi terkini, geopolitik ya, menyangkut dengan penutupan Selat Hormuz Iran. Karena ini juga antisipasi tentang pasokan minyak dunia. Karena bagaimanapun kita masih melakukan impor sebelum Lebaran,” katanya.
Baca Juga: Iran Tutup Selat Hormuz, Jalur Minyak Dunia Terancam Lumpuh
Terkait langkah mitigasi, Bahlil menyatakan pihaknya akan menggelar rapat dengan Dewan Energi Nasional (DEN) pada Selasa (3/3/2026) besok. “Nanti, saya besok Insyaallah akan rapat Dewan Energi Nasional. Rapat dulu baru saya laporkan.”