
loading…
Ilustrasi. FOTO/iStock
Alif mengawali perjalanan sejak usia 16 tahun dengan terjun ke dunia trading. Namun, langkah awalnya tidak mulus. Ia pernah mengalami kerugian hingga Rp300 juta dalam semalam akibat terbawa emosi pasar. “Itu jadi pelajaran penting yang mengajarkan saya soal manajemen risiko,” kata Alif saat ditemui di Jakarta.
Pengalaman pahit tersebut tidak membuatnya menyerah. Alif terus memperdalam strategi dan disiplin investasi hingga akhirnya mampu membalikkan keadaan. Ketekunan itu berbuah pencapaian besar di usia muda, menjadikannya salah satu figur generasi baru di sektor finansial digital.
Baca Juga: Investasi Minim, Kebijakan Migas Belum Menarik bagi Investor
Melihat banyak anak muda terjebak pada euforia tanpa pemahaman memadai, Alif kemudian mendirikan Diginvest Academy di bawah naungan PT Alzo Digital Group. Akademi ini menjadi wadah edukasi trading dengan pendekatan sistematis, mengajarkan peserta memahami pasar, mengelola risiko, hingga membangun mentalitas trader yang lebih matang.