
loading…
Produsen dalam negeri menghadapi tekanan berat akibat guncangan energi global yang dipicu konflik di Timur Tengah serta krisis pasokan gas domestik. FOTO/AP
“Industri saat ini menghadapi krisis gas yang nyata dan berkepanjangan,” ujar Edy Suyanto, Ketua Asosiasi Industri Keramik Indonesia dikutip Business Times, Kamis (26/3/2026).
Baca Juga: Blokade Selat Hormuz Sandera Pasokan Energi Global, Negara-negara Asia Kembali ke Batu Bara
Ia menjelaskan, tekanan ganda tersebut telah menurunkan tingkat utilisasi pabrik keramik menjadi sekitar 70 persen pada kuartal pertama, di bawah target industri sebesar 80 persen. Gangguan pasokan gas yang terus terjadi memaksa sejumlah pabrik mengurangi produksi bahkan menghentikan operasi sementara.
Pelaku industri mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah strategis, termasuk membatasi ekspor gas dan memprioritaskan pasokan untuk kebutuhan domestik. Kebijakan ini dinilai penting guna menjaga keberlanjutan industri nasional di tengah tekanan biaya energi yang meningkat.