
loading…
ILO mempercepat upaya inklusi keuangan bagi pelaku UMKM serta sektor informal melalui program PROMISE II IMPACT. FOTO/dok.SindoNews
“Kunci utama peningkatan pendapatan petani dan pelaku usaha terletak pada peningkatan hasil serta kualitas produksi. Namun, upaya tersebut harus ditopang oleh akses pembiayaan yang memadai. Tanpa dukungan kredit dan layanan keuangan formal, pelaku usaha akan menghadapi keterbatasan dalam meningkatkan kapasitas dan memperluas skala usahanya.” ujar Project Manager Promise II Impact ILO, Djauhari Sitorus dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).
Baca Juga: Perkuat UMKM dan Pekerja Informal Indonesia, ILO Dorong Inklusi Keuangan
Program Promise II Impact mendukung penguatan tiga rantai nilai utama, yakni minyak nilam di Aceh, susu sapi di Jawa Barat, dan rumput laut di Sumba Timur. Ketiga sektor tersebut dipilih karena memiliki potensi ekonomi tinggi sekaligus mampu mendorong penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat lokal.
Penguatan akses pembiayaan menjadi fokus utama melalui kemitraan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam pemanfaatan data dan teknologi. Di Pangalengan, Jawa Barat, peternak sapi perah didukung dengan sistem pencatatan digital setoran susu serta fasilitasi kredit dari bank perkreditan rakyat. Rekam jejak produksi yang terdokumentasi memungkinkan peternak memperoleh pembiayaan untuk menambah ternak dan memperluas usaha.