Harga Beras Tak Boleh Naik, Mentan Amran: Yang Diserang Pemerintah



loading…

Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman mengeluhkan pemerintah kerap menjadi sasaran kemarahan publik ketika harga pangan mengalami kenaikan. Foto/Dok

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman mengeluhkan pemerintah kerap menjadi sasaran kemarahan publik ketika harga pangan mengalami kenaikan. Menurutnya, lonjakan harga di lapangan sering kali dipicu oleh ulah segelintir pengusaha nakal, namun pemerintah yang justru mendapat sorotan.

“Beras tidak boleh naik. Itu ada HET-nya. Berasnya melimpah. Rakyat marah pada Pemerintah, padahal yang melakukan hanya 1-2 orang, yang diserang adalah pemerintah,” ungkap Mentan Amran dalam acara Gerakan Pangan Murah di Kantor Kementan, Jakarta Selatan Jumat (13/2/2026).

Baca Juga: Amran Ancam Cabut Izin Feedloter dan Distributor yang Bikin Daging Sapi Mahal

Amran menyebut, ketersediaan stok beras nasional saat ini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah. Per Februari 2026, cadangan beras tercatat mencapai 3,4 juta ton, atau hampir dua kali lipat dibandingkan rata-rata stok pada periode yang sama di tahun-tahun sebelumnya yang berkisar 1-1,5 juta ton.

“Beras kita stoknya tertinggi sepanjang sejarah. Ini mungkin pertama di bulan Februari stok kita 3,4 juta ton. Tidak ada alasan, yang biasanya 1 juta ton 1,5, sekarang 2 kali lipat dari biasanya,” ungkapnya.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *