
loading…
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo memberikan sinyal bahwa peluang untuk memangkas suku bunga acuan (BI Rate) di masa depan semakin menipis. Foto/Dok
Padahal sepanjang tahun 2025, Bank Indonesia telah bersikap cukup ekspansif dengan menurunkan BI Rate sebanyak tiga kali hingga mencapai level 4,75%. Baca Juga: BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan Maret 2026 di Level 4,75 Persen
“Mengenai suku bunga, BI Rate kami pertahankan di 4,75 persen. Namun, ke depan ruang penurunannya kemungkinan semakin tertutup dan kami harus menyikapinya dengan menjaga stabilitas,” ujar Perry dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (8/4/2026).
Perry menjelaskan, bahwa ketegangan di Timur Tengah telah memicu kenaikan imbal hasil (yield) surat berharga pemerintah Amerika Serikat (US Treasury). Hal ini terjadi karena membengkaknya defisit fiskal AS yang dialokasikan untuk membiayai kebutuhan militer dan anggaran perang.
Kenaikan yield di pasar global secara otomatis memberikan tekanan besar pada pasar keuangan domestik dan nilai tukar rupiah. Baca Juga: BI Rate Kembali Ditahan di Level 4,75%, Perry Warjiyo Ungkap Penyebabnya