First Gas In LPG Plant Cilamaya Tercapai, Kapasitas Produksi 163 Ton LPG per Hari



loading…

Optimalisasi pemanfaatan sumber daya migas nasional kembali mencatatkan milestone penting dengan tercapainya First Gas In LPG Plant Cilamaya yang memanfaatkan gas dari ONWJ pada 15 Maret 2026. Foto/Dok. SindoNews

KARAWANG – Optimalisasi pemanfaatan sumber daya migas nasional kembali mencatatkan milestone penting dengan tercapainya First Gas In LPG Plant Cilamaya yang memanfaatkan gas dari Offshore North West Java (ONWJ) pada 15 Maret 2026. Pencapaian ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya gas nasional melalui pengolahan menjadi LPG .

Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi yang kuat antara pemerintah, regulator, dan pelaku industri migas dalam mendukung program optimalisasi produksi serta pemanfaatan sumber daya energi nasional. Dalam kesempatan ini disampaikan apresiasi kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, SKK Migas, serta PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java atas dukungan, koordinasi, serta komitmen dalam mendorong percepatan pemanfaatan gas dari wilayah Offshore North West Java. Baca juga: Jelang Lebaran 2026, Ketersediaan Stok LPG Nasional Capai 15 Hari

Pemanfaatan gas dari Offshore North West Java melalui fasilitas LPG Plant Cilamaya merupakan langkah strategis untuk memaksimalkan potensi gas yang sebelumnya belum termanfaatkan secara optimal. Melalui pengolahan gas tersebut menjadi LPG, fasilitas ini memiliki kapasitas produksi sekitar 163 ton LPG per hari serta menghasilkan sekitar 300 barel kondensat per hari, yang memberikan nilai tambah terhadap pemanfaatan sumber daya migas nasional.

Pengembangan fasilitas LPG Plant Cilamaya juga didukung oleh PT Energi Nusantara Perkasa sebagai pengembang fasilitas pengolahan LPG. Hingga memungkinkan optimalisasi pemanfaatan gas dari Offshore North West Java sehingga dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi sumber daya gas domestik.

Deputi Direktur Operasional PT Energi Nusantara Perkasa, Pribadi Wardojo mengatakan, pencapaian First Gas In ini merupakan tonggak penting dalam upaya optimalisasi pemanfaatan gas domestik. ”Fasilitas ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah yang signifikan melalui pengolahan gas menjadi LPG serta mendukung peningkatan pasokan energi nasional,” katanya, Minggu (15/3/2026).

Selain mendukung peningkatan pasokan LPG domestik, inisiatif ini juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan lifting migas nasional, peningkatan penerimaan negara, serta optimalisasi pemanfaatan gas domestik. Pemanfaatan gas ini juga diharapkan dapat mendukung upaya pengurangan ketergantungan terhadap impor LPG serta memperkuat ketahanan energi nasional. Baca juga: Hadapi Ketidakpastian Geopolitik Gobal, DEN: Ketahanan Energi Perlu Diperkuat

Keberhasilan First Gas In LPG Plant Cilamaya menjadi bukti bahwa kolaborasi yang erat antara pemerintah, regulator, dan pelaku industri mampu mendorong percepatan optimalisasi pemanfaatan sumber daya gas nasional serta menciptakan value creation yang berkelanjutan bagi negara. “Ke depan, sinergi ini diharapkan terus memperkuat upaya pengelolaan sumber daya migas nasional guna mendukung ketahanan energi serta memberikan manfaat maksimal bagi negara dan masyarakat Indonesia,” tandasnya.

(poe)



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *