Defisit APBN Maret 2026 Tembus Rp240,1 Triliun, 0,93% dari PDB



loading…

Pemerintah melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Maret 2026. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – Pemerintah melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Maret 2026 mencatat defisit sebesar Rp240,1 triliun atau setara 0,93% terhadap produk domestik bruto (PDB). Defisit ini terjadi seiring percepatan belanja negara pada awal tahun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Dengan demikian, defisit APBN mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93% terhadap PDB. Jadi ketika ada defisit jangan kaget, memang anggaran kita didesain defisit,” ujar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Baca Juga: Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Sampai Akhir 2026

Purbaya menjelaskan, pemerintah sengaja menerapkan strategi fiskal ekspansif dengan mempercepat realisasi belanja sejak triwulan pertama. Langkah ini berbeda dari pola sebelumnya yang cenderung menumpuk di akhir tahun.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *