China, India, dan Brasil Diuntungkan Tarif Baru Trump, Sekutu AS Malah Rugi



loading…

Pendiri BRICS diuntungkan dari tarif baru Presiden AS Donald Trump. FOTO/China Daily

JAKARTA – Putusan Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat (AS) membatalkan tarif darurat Presiden Donald Trump memicu perubahan signifikan dalam peta perdagangan global. China, India, dan Brasil menjadi negara yang paling diuntungkan, sementara sejumlah sekutu tradisional Washington justru menghadapi tekanan baru.

“Tingkat ketidakpastian puncak terkait tarif dan ketegangan perdagangan telah berlalu,” tulis ekonom Morgan Stanley yang dipimpin Chetan Ahya dalam sebuah catatan dikutip dari NDTV, Jumat (27/2/2026).

Baca Juga: Soal Tarif Trump Jadi 10%, Presiden Prabowo: Saya Kira Menguntungkan

Pengadilan menyatakan penggunaan Undang-Undang Kekuasaan Darurat Ekonomi Internasional atau International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) oleh Presiden AS Donald Trump untuk memberlakukan bea masuk adalah ilegal. Keputusan tersebut membatalkan sejumlah pungutan darurat yang sebelumnya membebani mitra dagang utama AS.

Dalam pembalikan cepat, negara-negara yang sebelumnya paling terdampak tarif tinggi kini menikmati beban yang lebih ringan. Meski Trump kemudian mengumumkan rencana tarif global 15%, Bloomberg Economics menghitung tarif efektif rata-rata menjadi sekitar 12%, terendah sejak kebijakan tarif “Hari Pembebasan” diumumkan pada April.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *