
loading…
Pasar modal Indonesia memasuki pekan perdagangan yang sangat singkat pada 16–17 Maret 2026 sebelum jeda panjang hari raya Nyepi dan Idulfitri 1447 H. Foto/Dok
Equity Analyst IPOT, Hari Rachmansyah mengatakan bahwa pelemahan tajam IHSG dipicu oleh tensi geopolitik Amerika Serikat dan Iran yang memicu lonjakan harga minyak mentah dan batu bara. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan inflasi global yang berkepanjangan.
Pergerakan IHSG diprediksi akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah, seiring masih dominannya sentimen eksternal yang membayangi pasar. Baca Juga: Daftar 10 Saham Paling Cuan dan Boncos dalam Sepekan, Investor Asing Jual Rp1,56 Triliun
Di pasar global, investor mencermati penutupan Selat Hormuz oleh Iran sebagai instrumen tekanan politik. Hal ini menjadi faktor utama yang mendorong sikap menghindari risiko (risk-off).
“Meski demikian, perkembangan terbaru menunjukkan adanya nuansa berbeda setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Selat Hormuz tetap ‘terbuka’ bagi kapal-kapal yang bukan berasal dari Amerika Serikat, Israel, maupun sekutunya,” jelas Hari dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).