
loading…
Harga Bitcoin (BTC) terkoreksi dalam 24 jam terakhir setelah rilis notulensi FOMC AS. FOTO/iStock
“Koreksi harga yang terjadi pasca rilis FOMC ini adalah reaksi pasar yang sangat wajar dan bersifat sementara. Investor global saat ini hanya sedang melakukan penyesuaian terhadap timeline pemangkasan suku bunga The Fed. Meskipun Bitcoin saat ini berada di bawah USD67.000, pergerakan ini masih berada dalam rentang konsolidasi yang sehat. Area USD64.000 menjadi titik support yang kuat, dan secara historis, fase konsolidasi seperti ini justru sering menjadi fondasi yang baik sebelum pasar kembali menguat,” ujar Vice President Indodax Antony Kusuma, seperti dikutip, Jumat (20/2/2026).
Baca Juga: CEO Indodax Masuk 40 Under 40 Fortune Indonesia
Notulensi Federal Open Market Committee terbaru menunjukkan mayoritas pejabat bank sentral AS sepakat mempertahankan suku bunga, namun terdapat perbedaan pandangan terkait langkah lanjutan. Sebagian membuka peluang kenaikan suku bunga bila inflasi tetap tinggi, sementara lainnya memberi ruang pemangkasan jika tekanan harga mereda.
Sikap suku bunga lebih tinggi dalam waktu lebih lama (higher for longer) turut mendorong penguatan Indeks Dolar AS (DXY) ke kisaran 97,7 dan menekan aset berisiko, termasuk kripto. Data CME Group melalui FedWatch Tool menunjukkan probabilitas pemangkasan suku bunga minimal 25 basis poin sebelum Juni berada di bawah 50%, mencerminkan sikap pasar yang lebih berhati-hati.