
loading…
Proyek kereta cepat di Indonesia dan Arab Saudi menunjukkan perbedaan biaya yang signifikan. FOTO/dok.SindoNews
Perhitungan per kilometer menunjukkan perbedaan yang sangat besar. Biaya konstruksi KCJB mencapai Rp 776-991 miliar per km, sedangkan proyek Arab Saudi hanya Rp 75 miliar per km. Dengan demikian, biaya pembangunan kereta cepat Indonesia 10 hingga 13 kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan Arab Saudi.
Baca Juga: Selamatkan Utang Whoosh Rp116 Triliun, Indonesia Bisa Belajar dari Shinkansen Jepang
Dikutip SindoNews dari berbagai sumber, perbedaan ini disebabkan berbagai faktor mulai dari kondisi geografis, skema pembiayaan, hingga kompleksitas proyek. KCJB harus menyesuaikan dengan topografi Jawa Barat yang berbukit-bukit dan daerah padat penduduk, sementara proyek Arab Saudi melalui wilayah yang relatif datar dan kurang padat.
Faktor geografis Indonesia yang kompleks menjadi penyumbang biaya yang sangat besar. Lintasan KCJB harus membangun 13 terowongan dengan total panjang 10,7 km dan 7 jembatan dengan total panjang 5,8 km. Konstruksi ini memerlukan teknologi tinggi dan biaya yang tidak sedikit.
Pengadaan lahan di daerah padat penduduk seperti jalur Jakarta-Bandung juga menjadi komponen biaya signifikan. Proses pembebasan lahan melibatkan banyak pemilik dan memerlukan kompensasi yang besar, berbeda dengan kondisi di Arab Saudi yang memiliki lahan lebih luas dan kepadatan penduduk rendah.