
loading…
Neraca perdagangan Indonesia Januari 2026 mengalami surplus USD0,95 miliar yang berasal dari surplus sektor nonmigas USD3,22 miliar, sementara sektor migas defisit senilai USD2,27 miliar. Foto/Dok
“Surplus pada bulan Januari tahun 2026 ini ditopang oleh komoditi non migas sebesar USD3,22 miliar dengan komoditi penyumbang surplus non migas yaitu lemak dan minyak hewan nabati, kemudian bahan bakar mineral serta besi dan baja,” kata Ateng dalam konferensi pers Rilis BPS, Senin (2/3/2026).
Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit sebesar USD2,27 miliar dengan komoditas penyumbangnya adalah minyak mentah, hasil minyak dan gas. Berdasarkan data BPS, tiga negara penyumbang surplus neraca dagang Indonesia adalah Amerika Serikat (AS) sebesar USD1,55 miliar, India sebesar USD1,07 miliar dan Filipina sebesar USD0,69 miliar.
Sedangkan negara penyumbang defisit adalah China USD2,47 miliar, Australia USD0,96 miliar dan Prancis USD0,47 miliar. Baca Juga: Neraca Dagang Jaga Tren Surplus 68 Bulan Beruntun, Desember 2025 Capai USD2,51 Miliar