UNIFIL Laporkan Lebih dari 10.000 Pelanggaran Israel di Lebanon Sejak Tahun Lalu



loading…

UNIFIL melaporkan tentara Israel membangun dua tembok di dalam wilayah Lebanon di sepanjang perbatasan, yang melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, di dekat kota Yaroun, Nabatieh, Lebanon pada 15 November 2025. Foto/Ramiz Dallah/Anadolu Agency

BEIRUT – Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) mengatakan pada hari Kamis (20/11/2025) bahwa mereka telah mencatat lebih dari 10.000 pelanggaran udara dan darat di wilayah Lebanon sejak gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah mulai berlaku pada akhir tahun 2024.

UNIFIL menyatakan “ketenangan yang rapuh terjadi di sepanjang Garis Biru”, yang menandai garis penarikan Israel dari Lebanon pada tahun 2000.

UNIFIL menambahkan pasukan penjaga perdamaiannya, yang bekerja sama dengan tentara Lebanon, melakukan patroli harian “untuk mencegah eskalasi dan membantu memulihkan stabilitas di Lebanon selatan.”

Menurut misi tersebut, sejak gencatan senjata dimulai pada November 2024, mereka telah mencatat “lebih dari 7.500 pelanggaran udara, hampir 2.500 pelanggaran darat di utara Garis Biru,” di wilayah Lebanon.

UNIFIL juga melaporkan menemukan “lebih dari 360 gudang senjata terbengkalai”, yang diserahkan kepada tentara Lebanon.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *