Trump Ancam Perang Terbatas, Iran Sebut Kesepakatan Mungkin Terjadi



loading…

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Foto/presstv

TEHERAN – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pada hari Jumat bahwa “tidak ada solusi militer untuk program nuklir Iran.” Dia menegaskan, upaya untuk menghancurkannya dengan kekerasan telah gagal dan diplomasi tetap menjadi satu-satunya jalan yang layak.

Dalam pernyataannya kepada program AS Morning Joe, Araghchi mengatakan program nuklir Iran “dikembangkan oleh tangan kita sendiri dan oleh para ilmuwan kita.”

Dia menambahkan, “Teknologi ini milik kita dan tidak dapat dihancurkan oleh pemboman atau tindakan militer.”

Ia menekankan, “Satu-satunya solusi adalah diplomasi,” dan mengatakan inilah mengapa Amerika Serikat “telah kembali ke meja perundingan dan sedang mencari kesepakatan.”

Araghchi menggarisbawahi bahwa Iran “siap untuk perdamaian dan siap untuk diplomasi sejauh kita siap untuk membela diri,” menggambarkan negosiasi sebagai satu-satunya cara untuk memastikan program tersebut tetap damai.

Ia mengklarifikasi bahwa Iran “belum mengusulkan penangguhan pengayaan apa pun,” dan mengatakan pihak Amerika “belum mengajukan tuntutan untuk pengayaan nol.”

Sebaliknya, diskusi berfokus pada jaminan bahwa aktivitas nuklir Iran, termasuk pengayaan, tetap damai “selamanya,” sebagai imbalan atas pencabutan sanksi dan langkah-langkah membangun kepercayaan Iran.

Menteri luar negeri mengatakan kedua belah pihak telah membahas cara untuk mencapai kesepakatan cepat dan “tidak ada tenggat waktu khusus,” meskipun hasil yang cepat diinginkan oleh kedua pihak.

Tantangannya, katanya, terletak pada mengubah momentum menjadi “kesepakatan yang adil dan seimbang” yang mengatasi kekhawatiran masing-masing pihak.

Pembicaraan Jenewa

Araghchi menggambarkan putaran pembicaraan tidak langsung terbaru di Jenewa sebagai “diskusi yang sangat baik,” mencatat isu-isu nuklir dan sanksi AS dibahas.

Kedua belah pihak, katanya, mencapai pemahaman tentang serangkaian “prinsip panduan” dan kemungkinan struktur kesepakatan di masa depan.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *