
loading…
Yisrael Katz (ke-4 dari kiri) menyetujui rencana serangan udara baru yang menargetkan lokasi tambahan di Iran dan Lebanon, pada 25 Maret 2026 di Israel. Foto/Ariel Hermoni/IMoD/Anadolu Agency
Perkembangan ini terjadi di tengah eskalasi militer yang berkembang pesat di sepanjang perbatasan, dengan ketidakpastian mengenai skala sebenarnya dari kerugian dan apa yang tampaknya merupakan upaya Israel menutupi informasi secara sengaja.
Sensor militer Israel menolak merilis detail dan telah melarang media domestik melaporkan bentrokan di Lebanon selatan.
Menurut laporan yang beredar di platform berita berbahasa Ibrani, pertempuran tersebut melibatkan dua insiden terpisah — satu menggunakan drone dan yang lainnya melibatkan alat peledak.
Insiden tersebut dilaporkan menyebabkan tentara mengalami cedera yang sangat kritis, sementara evakuasi udara intensif dilakukan ke rumah sakit di dalam Israel, dengan melibatkan sejumlah besar helikopter.