
loading…
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi menyatakan tak ada warga AS yang aman jika perang kedua negara benar-benar pecah. Foto/Mehr News
Jenderal utama negara Islam tersebut telah resmi mengumumkan transformasi penting dalam strategi militer negaranya, yakni Republik Islam Iran telah beralih ke “doktrin ofensif” yang dirancang untuk memberikan serangan kilat, berkelanjutan, dan tak terduga kepada musuh.
Baca Juga: Iran Siapkan Kuburan untuk Ribuan Tentara AS Jika Amerika Luncurkan Perang
Berbicara selama inspeksi kesiapan militer, komandan tertinggi Jenderal Mousavi menekankan bahwa era pertahanan semata telah berkembang menjadi postur pencegahan aktif berdasarkan strategi “asimetris dan menghancurkan” yang melewati semua perhitungan militer Barat.
“Setelah perang 12 hari dan provokasi jahat yang terus berlanjut oleh poros Amerika-Zionis, kami telah merevisi doktrin pertahanan negara,” kata Mousavi.
Sembari memperingatkan bahwa catatan konflik sebelumnya masih belum terselesaikan, dia mengatakan bahwa Angkatan Bersenjata Iran kini lebih termotivasi dari sebelumnya.
“Bahkan kesalahan terkecil musuh akan membuka jalan bagi serangan yang menentukan. Dunia akan melihat wajah Iran yang kuat yang berbeda; kemudian tidak ada orang Amerika yang akan aman, dan api regional akan menghanguskan Amerika Serikat dan sekutunya,” tegas Mousavi, seperti dikutip dari Tehran Times, Selasa (3/2/2026).