Putra Gaddafi Ungkap Barat Ingin Mengendalikan Libya



loading…

Saif al-Islam Gaddafi, putra mantan pemimpin Libya Muammar Gaddafi. Foto/rt

TRIPOLI – Saif al-Islam Gaddafi, putra mantan pemimpin Libya Muammar Gaddafi, tewas pada hari Selasa, 3 Februari 2026, menurut sumber yang dekat dengan keluarga dan media Libya. Ia sebelumnya bermaksud mencalonkan diri sebagai presiden Libya.

Negara itu masih terpecah antara pemerintah yang bersaing dan telah dilanda perang saudara yang terjadi secara berkala sejak ayahnya tewas dalam pemberontakan yang didukung Amerika Serikat lebih dari satu dekade lalu.

Pada tahun 2011, Saif al-Islam berbicara kepada Maria Finoshina dari RT, mengutuk pemboman NATO di Libya. Ia berpendapat Barat berupaya mengendalikan sumber daya minyak dan gas negara itu.

Dia saat itu memperingatkan kekerasan tidak akan berakhir dengan kematian ayahnya.

“Tujuan mereka adalah untuk mengendalikan Libya. Ini adalah targetnya. Dan rakyat Libya tidak akan membiarkan mereka melakukan itu, jadi pertempuran akan terus berlanjut,” katanya.

Dia membantah terlibat dalam pembunuhan para demonstran dan menuduh pemerintah Barat serta media internasional menyebarkan kebohongan untuk “menciptakan kekacauan” di Libya.

Baca juga: Memanas, Militer AS Tembak Jatuh Drone Iran yang Dekati Kapal Induk di Laut Arab

(sya)



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *