
loading…
Kota Kantharalak di Thailand menjadi kota hantu karena penduduknya melarikan diri dari perang sengit di perbatasan Thailand-Kamboja. Foto/The Nation
Ketegangan semakin memburuk dengan dibukanya front baru di Provinsi Trat, lebih dari 100 kilometer dari wilayah sengketa lainnya.
Jalanan yang biasanya ramai di Distrik Kantharalak di Provinsi Sisaket, Thailand, kini sunyi senyap, berubah menjadi “kota hantu” saat pertempuran sengit di perbatasan Thailand-Kamboja memasuki hari ketiga pada hari Sabtu.
Kantor berita Reuters melaporkan bahwa suasana di Kantharalak hampir sepenuhnya sepi.
Baca Juga: Ini Sejarah Kuil Preah Vihear, Situs Hindu Pemicu Perang Thailand-Kamboja
Jianuwat Thaalalai (31) berdiri di depan hotel tempatnya bekerja, menggambarkan kenyataan pahit: “Hampir semua orang telah pergi. Praktis seperti kota hantu.”
“Hotel saya masih buka bagi mereka yang berada di dekat perbatasan yang membutuhkan akomodasi,” ujarnya.
Bentrokan semakin intensif karena kedua negara mati-matian mencari dukungan diplomatik, masing-masing menegaskan tindakan mereka sebagai pembelaan diri dan mendesak pihak lain untuk menghentikan permusuhan dan memulai negosiasi.
Ketegangan semakin meningkat ketika Angkatan Laut Kerajaan Thailand melaporkan bentrokan baru di Provinsi Trat, garis depan baru yang muncul lebih dari 100 kilometer dari wilayah sengketa lainnya di sepanjang perbatasan.