
loading…
Tanda kuning menunjukkan wilayah yang diduduki pasukan Israel di Jalur Gaza. Foto/anadolu
Rencana pembangunan perumahan ini, yang dijuluki “Komunitas Aman Alternatif”, dipimpin tim yang terdiri dari pejabat AS dan mantan pegawai Departemen Efisiensi Pemerintah, atau Doge, yang berkantor di hotel mewah tepi pantai Kempinski dan Hilton di Tel Aviv, lapor The New York Times.
Artikel tersebut mengutip puluhan pejabat AS dan orang-orang yang mengetahui rencana tersebut, tetapi memperoleh konfirmasi publik dari Aryeh Lightstone, yang diidentifikasi New York Times sebagai pejabat senior pemerintahan Trump yang memimpin upaya tersebut.
Lightstone, seorang rabi Amerika, menjabat sebagai penasihat senior bagi mantan duta besar AS untuk Israel, David Friedman, selama pemerintahan Trump yang pertama.
Ia telah diidentifikasi sebagai penasihat bagi utusan Presiden Donald Trump, Steve Witkoff.
Menurut The New York Times, ia kini melapor kepada Jared Kushner, menantu sekaligus penasihat Trump, dan berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Wakil Presiden JD Vance.
Tim Lightstone juga mencakup “para taipan Israel” yang tidak disebutkan namanya. Tidak jelas siapa yang menanggung biaya akomodasi Lightstone dan stafnya di Hotel Kempinski dan Hilton, yang biayanya bisa mencapai lebih dari USD700 per malam.
“Ada masalah praktis: Bagaimana kita bisa menempatkan orang-orang di tempat tinggal yang aman sesegera mungkin?” ujarnya kepada New York Times ketika ditanya tentang rencana pengiriman warga Palestina ke Gaza yang diduduki Israel.
Pembersihan Puing akan Dimulai
“Ini adalah cara termudah untuk melakukannya,” ujarnya, menandai pertama kalinya AS secara terbuka mengonfirmasi mereka secara aktif berupaya memindahkan warga Palestina ke Gaza yang diduduki Israel.
Kushner awal tahun ini melontarkan gagasan agar AS dan mitranya membangun kembali sebagian wilayah Gaza yang diduduki oleh pasukan Israel, sementara membiarkan inti wilayah kantong yang dilanda perang tersebut, yang diperintah Hamas, hancur.