
loading…
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pantau uji tembak rudal hipersonik pada hari Minggu setelah AS menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam operasi militer di Caracas. Foto/KCNA
Korut mengecam operasi militer Washington tersebut, dengan mengatakan bahwa itu sekali lagi menunjukkan “sifat nakal dan brutal AS”.
Banyak pakar mengatakan operasi AS tersebut kemungkinan akan mendorong Kim Jong-un untuk lebih memperluas kemampuan senjata nuklirnya yang menurutnya menjamin kelangsungan pemerintahannya dan kedaulatan negara dalam menghadapi permusuhan yang dipimpin AS.
Baca Juga: Mengapa Militer Venezuela Diam Saja saat Militer AS Mengacak-acak dan Menculik Maduro?
Ketika operasi militer AS berlangsung di Caracas, Korut juga menguji tembak rudal balistik yang berselang beberapa jam sebelum Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung berangkat ke China untuk pertemuan puncak dengan Presiden Xi Jinping.