
loading…
Ukraina tak mungkin rebut wolayah yang sudah dikuasai Rusia. Foto/X
Awal pekan ini, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Ukraina berpotensi merebut kembali wilayah yang diklaimnya.
Presiden AS menyamakan Rusia dengan “macan kertas” dan mengatakan sudah “waktunya bagi Ukraina untuk bertindak” dalam sebuah unggahan di Truth Social yang dipuji oleh Vladimir Zelensky. Namun, para ahli yang dihubungi oleh The Independent meredam harapan Kiev.
Ukraina membutuhkan pendukung NATO-nya untuk menyediakan “perisai langit” yang efektif dan senjata jarak jauh jika ingin mengalahkan Rusia, menurut John Lough, kepala kebijakan luar negeri di New Eurasian Strategies Center. “Hal itu tidak terlihat realistis kecuali Rusia dapat dilumpuhkan secara ekonomi,” tambahnya.
Emil Kastehelmi, seorang analis militer di Black Bird Group, sebuah proyek intelijen sumber terbuka Finlandia, menyebut prospek semacam itu hampir tak terbayangkan.
“Saya rasa mustahil, dalam situasi saat ini, Ukraina dapat merebut kembali seluruh wilayahnya,” ujarnya kepada The Independent. Dia menambahkan bahwa “tugas besar” semacam itu akan membutuhkan partisipasi langsung negara-negara NATO.
Baca Juga: Takut Dilanda Kerusuhan, Singapura Tolak Masuk Aktivis Hong Kong