Israel Tutup Masjid Al-Aqsa dan Larang Salat selama Ramadan



loading…

Jemaah menggelar salat Jumat pekan pertama Ramadan di Masjid Al-Aqsa pada 2023. Foto/iha.news

YERUSALEM – Israel telah menutup Masjid Al-Aqsa untuk hari ketiga berturut-turut, mencegah umat Muslim Palestina salat di tempat tersebut selama bulan suci Ramadan. TIndakan ini digambarkan sebagai pelanggaran yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Warga Palestina memperingatkan langkah ini merupakan bagian dari strategi Israel yang lebih luas untuk mengeksploitasi ketegangan keamanan guna memberlakukan pembatasan lebih lanjut dan mengkonsolidasikan kendali atas Masjid Al-Aqsa.

Penutupan ini terjadi di bawah apa yang digambarkan otoritas Israel sebagai keadaan darurat setelah peluncuran perang dengan Iran pada hari Sabtu.

Masjid yang terletak di Yerusalem Timur yang diduduki ini akan tetap ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut, dengan hanya kegiatan penting yang diizinkan.

Sheikh Ikrima Sabri, mantan mufti besar Yerusalem dan salah satu imam senior Al-Aqsa, mengutuk keputusan yang “tidak beralasan” tersebut.

Ia mengatakan kepada Al Jazeera bahwa, “Penutupan tersebut menandakan kontrol polisi dengan dalih keamanan.”

“Hal itu melanggar kebebasan beribadah dan menunjukkan otoritas pendudukan menegaskan kendali atas masjid dan mencabut wewenang Wakaf Islam untuk mengelolanya.”

Penutupan selama Ramadan ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa waktu terakhir, karena Masjid al-Aqsa jarang ditutup untuk para jemaah.

Pasukan Israel sempat menutup situs tersebut pada tahun 2014 dan sekali lagi pada tahun 2017 di tengah meningkatnya ketegangan di Yerusalem.

Pada tahun 2014, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menggambarkan langkah tersebut sebagai “deklarasi perang”.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *