
loading…
Intelijen AS tuding China akan kirim senjata ke Iran. Foto/X/@HamdiCelikbas
Jaringan tersebut mengatakan ada indikasi bahwa Beijing sedang berupaya untuk mengarahkan pengiriman melalui negara ketiga untuk menyamarkan asal-usulnya.
Departemen Luar Negeri AS, Gedung Putih, dan kedutaan besar China di Washington tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.
“Beijing sedang bersiap untuk mentransfer sistem rudal anti-pesawat yang dioperasikan dari bahu yang dikenal sebagai MANPAD,” kata CNN, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya.
Sementara itu, Iran dan Amerika Serikat mengadakan pembicaraan damai di Pakistan pada hari Sabtu, dengan kedua pihak tampaknya masih jauh berbeda pendapat mengenai tuntutan utama dan menyatakan ketidakpercayaan bersama.
Delegasi Iran, dengan lebih dari 70 anggota dan dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, tiba pertama di Islamabad, di mana keamanan diperketat.
“Kami memiliki niat baik, tetapi kami tidak percaya,” kata Ghalibaf seperti dikutip televisi pemerintah Iran saat tiba di ibu kota Pakistan. “Pengalaman kami dalam bernegosiasi dengan Amerika selalu berakhir dengan kegagalan dan janji yang dilanggar.”
Wakil Presiden JD Vance, yang memimpin delegasi AS yang juga termasuk menantu Trump, Jared Kushner, dan utusan khusus Steve Witkoff, juga sama waspadanya dalam komentarnya kepada wartawan sebelum meninggalkan Washington.
“Jika Iran bersedia bernegosiasi dengan itikad baik, kami tentu bersedia mengulurkan tangan terbuka,” kata Vance.