
loading…
Pemimpin gerakan Ansarallah Yaman Abdul-Malik al-Houthi. Foto/wikimedia
Dalam pernyataan tertulis, Abdul-Malik al-Houthi menggambarkan pengakuan Israel terhadap Somaliland sebagai entitas terpisah dari Somalia sebagai tindakan permusuhan dan tidak sah, dengan alasan hal itu mengancam kedaulatan Somalia serta keamanan negara-negara Afrika tetangga, Yaman, dan negara-negara yang berbatasan dengan Laut Merah.
Al-Houthi menekankan langkah tersebut tidak memiliki bobot hukum atau politik. Dia menyatakan pengakuan yang dikeluarkan oleh kekuatan pendudukan tidak memiliki legitimasi dan tidak dapat dianggap sah menurut hukum internasional.
Ia mengatakan langkah tersebut mencerminkan niat agresif dan bertujuan memperluas pengaruh Israel di kawasan tersebut.
Menurut pernyataan tersebut, Israel berupaya mengubah Somaliland menjadi basis untuk kegiatan permusuhan yang menargetkan Somalia, negara-negara Afrika di sekitarnya, Yaman, dan dunia Arab yang lebih luas.