
loading…
Pesawat pembom B-29 dikenal lebih mahal dibandingkan bom atom. Foto/X/NDTV
Meskipun proyek tersebut mengalami penundaan, Superfortress mulai beroperasi pada tahun 1944. Saat itu, Superfortress telah menjadi proyek penerbangan terbesar dan paling kompleks dalam sejarah AS, menurut BBC, dengan biaya setara dengan lebih dari $55 miliar (Rp4,85 lakh crore) dalam nilai tukar saat ini.
Melansir NDTV, selama Perang Dunia II, B-29 adalah pesawat pengebom tercanggih sekaligus senjata termahal, dengan biaya desain dan pembuatan yang lebih besar daripada bom atom yang dijatuhkannya di Jepang. B-29 adalah mesin yang membentuk kembali peperangan dan membuka jalan bagi pesawat terbang modern, menurut laporan BBC.
Sebelumnya, pesawat pengebom terbang di atas ketinggian 6 km, tetapi B-29 dirancang untuk terbang pada ketinggian 30.000 kaki. “Anda harus selalu menggunakan oksigen,” kata Hattie Hearn, kurator di Museum Udara Amerika di Duxford, dalam sebuah wawancara dengan BBC. Tanpa oksigen, katanya, penerbang bisa kehilangan kesadaran “dalam waktu dua menit.”
BacaJuga: Militer Israel Ungkap Penyebab Kegagalan dalam Invasi ke Gaza