Customize Consent Preferences

We use cookies to help you navigate efficiently and perform certain functions. You will find detailed information about all cookies under each consent category below.

The cookies that are categorized as "Necessary" are stored on your browser as they are essential for enabling the basic functionalities of the site. ... 

Always Active

Necessary cookies are required to enable the basic features of this site, such as providing secure log-in or adjusting your consent preferences. These cookies do not store any personally identifiable data.

No cookies to display.

Functional cookies help perform certain functionalities like sharing the content of the website on social media platforms, collecting feedback, and other third-party features.

No cookies to display.

Analytical cookies are used to understand how visitors interact with the website. These cookies help provide information on metrics such as the number of visitors, bounce rate, traffic source, etc.

No cookies to display.

Performance cookies are used to understand and analyze the key performance indexes of the website which helps in delivering a better user experience for the visitors.

No cookies to display.

Advertisement cookies are used to provide visitors with customized advertisements based on the pages you visited previously and to analyze the effectiveness of the ad campaigns.

No cookies to display.

Hamas Bebaskan 3 Sandera Israel dan Diberi Tas Hadiah, Ini Isinya



loading…

Hamas bebaskan tiga sandera Israel dan memberi mereka tas hadiah. Foto/Palestine Chronicle

GAZA Hamas telah membebaskan tiga sandera Israel dengan imbalan pembebasan lebih dari 90 tahanan Palestina berdasarkan ketentuan dalam kesepakatan gencatan senjata di Gaza.

Ketiga sandera perempuan tersebut dibebaskan setelah 471 hari ditawan di Gaza. Hamas juga memberi mereka “tas hadiah” untuk dibawa pulang.

Kelompok kampanye Forum Sandera dan Keluarga Hilang mengidentifikasi ketiga sandera yang dibebaskan sebagai Emily Damari, Romi Gonen, dan Doron Steinbrecher.

Mereka diberi “tas hadiah” sebelum diserahkan ke Palang Merah Internasional (IRC).

Namun, “tas hadiah” itu membuat media Israel; Ynet, geram karena isinya dianggap sebagai “permainan sinis”.

Menurut laporan Ynet, Senin (20/1/2025), tas-tas itu berisi foto-foto mereka saat ditawan, foto kenangan Gaza, dan semacam sertifikat.

Ketiga sandera difilmkan sedang dimasukkan ke dalam mobil, lalu, tanpa sepatah kata pun, seorang milisi Hamas menyerahkan masing-masing tas kertas dengan lambang kelompok tersebut di atasnya.

Foto-foto yang dibagikan ke media sosial menunjukkan reuni emosional ketiga wanita itu dengan keluarga mereka di fasilitas Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di dekat perbatasan Gaza.

Juru bicara pemerintah Israel David Mencer mengatakan kepada Sky News Australia: “Tidak ada yang tidak menitikkan air mata di negara ini, saya jamin itu” ketika para wanita itu dipertemukan kembali dengan ibu mereka.

“Kita, sebagai sebuah bangsa, telah bersama-sama menahan napas saat memikirkan ketiga putri Israel yang berharga ini pulang ke rumah,” kata Mencer.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *