Gertak Iran, Kapal Induk Gerald R Ford Amerika Bergerak ke Israel



loading…

Kapal induk USS Gerald R Ford milik AS bergerak menuju Israel untuk menambah tekanan militer terhadap Iran. Foto/US Navy

TEL AVIV – Washington terus menggertak Iran dengan kekuatan militer besar-besaran agar menuruti tuntutan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam perundingan terkait program nuklir Teheran. Kali ini, kapal induk terbesar di dunia milik Amerika, USS Gerald R. Ford, bergerak ke Israel.

Kapal tersebut berangkat dari Kreta pada hari Kamis, tempat ia berlabuh, dan diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan kekuatan tempur AS di Timur Tengah jika Trump akhirnya memutuskan untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

Baca Juga: Perundingan AS dan Iran Berakhir Tanpa Kesepakatan, Awas Perang di Depan Mata!

Sayap udara kapal induk tersebut mencakup 75 jet tempur, termasuk pesawat F-35C, F-16, dan F/A-18. Kapal ini mampu meluncurkan hingga 150 sorti tempur per hari, dibandingkan dengan sekitar 120 sorti pada kapal induk yang lebih tua seperti USS Abraham Lincoln, yang sudah beroperasi di Teluk Oman dengan kelompok serang yang mencakup tiga kapal perusak rudal, sebuah kapal selam, dan kapal tambahan.

Sebaliknya, kelompok serang Gerald R. Ford mencakup enam kapal perusak rudal. Dinamai sesuai nama presiden ke-38 AS, kapal induk ini memiliki bobot sekitar 100.000 ton dan berukuran panjang 337 meter (1.106 kaki) dan lebar 78 meter (256 kaki) di dek penerbangan. Kapal ini dapat berlayar dengan kecepatan hingga 56 km/jam (35 mph). Kapal ini diperintahkan menuju Timur Tengah dari Karibia sekitar dua minggu yang lalu, di mana pesawat-pesawatnya telah berpartisipasi dalam operasi untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro.

Ribuan pelaut bertugas di atas kapal induk ini. Sistem pertahanannya meliputi peluncur rudal anti-pesawat, sistem Rudal Rangka Pesawat Berputar (Rolling Airframe Missile), susunan radar, dan sistem senjata jarak dekat seperti Phalanx, meriam 25 mm, dan empat senapan mesin berat M2 Browning.

Selain kemampuan militernya, kapal induk ini dilengkapi dengan rumah sakit lengkap, empat gimnasium, lift yang menghubungkan dek-deknya, sebuah kapel, sebuah toko, sebuah supermarket, dan sebuah kafetaria yang menyajikan empat kali makan sehari, beserta bar jus dan salad. Kapal ini juga dilengkapi dengan lounge yang menyediakan Wi-Fi di seluruh kapal, meja biliar, konsol game, dan layar televisi besar yang menayangkan berbagai saluran TV dan film Hollywood saat berada di laut.

Pengerahan pasukan ini terjadi ketika para mediator dari Oman, serta pejabat AS dan Iran, menggambarkan putaran negosiasi tidak langsung terbaru di Swiss sebagai konstruktif.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *