Genap 1 Bulan Perang AS-Israel vs Iran, Siapa Paling Rugi? Ini Ulasannya



loading…

Pangkalan Ali al-Salem di Kuwait, salah pangkalan AS di Timur Tengah yang dibombardir Iran. Foto/Screenshot video Al Jazeera

TEHERAN – Amerika Serikat (AS) dan Israel mengira perang yang mereka luncurkan terhadap Iran pada 28 Februari lalu akan menjadi pengeboman udara jangka pendek untuk melenyapkan kepemimpinan tertinggi dan membuka jalan bagi pemerintahan yang lebih ramah terhadap Barat. Tapi pekiraan meleset, dan perang semakin bergejolak.

Meskipun Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan para pejabat militer dan intelijen tinggi lainnya telah tewas dalam serangan Washington dan Tel Aviv, Teheran masih tidak menunjukkan tanda-tanda menyerah di bawah tekanan.

Baca Juga: Iran Bombardir Pangkalan Arab Saudi, 12 Tentara AS Terluka dan Pesawat Rusak

Bagaimana Perang Ini Terjadi?

Pada 28 Februari, Washington dan Tel Aviv melancarkan serangan udara ke Teheran, Minab, dan sejumlah kota Iran lainnya. Serangan terus berlanjut tanpa henti, menewaskan sekitar 1.900 orang, termasuk 175 siswi sekolah dasar (SD), dan menyebabkan 3,2 juta orang mengungsi.

Respons Iran cepat dan luas. Rudal dan drone diluncurkan ke Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi pangkalan militer AS, termasuk Kuwait, Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, dan Yordania.

Di UEA, rudal-rudal yang dicegat di Abu Dhabi menewaskan dua orang, sementara Pelabuhan Shuwaikh Kuwait terkena serangan.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *