Gelar Perang Multi-front, Tentara Israel Mengalami Kelelahan dan Terus Melemah



loading…

Tentara Israel mengalami keklelahan dan terus melemah karena perang multifront. Foto/X

TEL AVIV – Militer Israel menghadapi krisis tenaga kerja yang semakin dalam karena mengerahkan pasukan di berbagai front, dengan para pejabat senior memperingatkan tentang kekurangan pasukan yang parah, meningkatnya tekanan operasional, dan risiko keruntuhan internal.

Juru bicara militer Effie Defrin memperkirakan bahwa tentara kekurangan sekitar 15.000 tentara, termasuk antara 7.000 dan 8.000 pasukan tempur, karena misi meluas di beberapa arena.

“Tentara mengalami kekurangan sekitar 15.000 tentara, termasuk 7.000 hingga 8.000 pejuang,” katanya dilansir Anadolu. Dia menambahkan bahwa bala bantuan sangat dibutuhkan di Lebanon, Gaza, Tepi Barat, dan Suriah,

Peringatan ini muncul ketika Kepala Staf Eyal Zamir memberikan penilaian yang suram tentang kesiapan tempur tentara.

Menurut laporan media, Zamir mengatakan kepada Kabinet Keamanan Israel bahwa militer sedang mengangkat “10 bendera merah,” memperingatkan bahwa pasukan cadangan “tidak akan bertahan” di bawah tekanan saat ini.

“Tentara sedang menuju keruntuhan internal mengingat kegagalan pemerintah untuk mengesahkan undang-undang terkait wajib militer Haredi, mengatur layanan cadangan, dan memperpanjang wajib militer,” ia memperingatkan.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *