Ditinggal Warganya Sembunyi di Bunker, Tel Aviv Menjadi Kota Hantu



loading…

Ditinggal warganya sembunyi di bunker, Tel Aviv jadi kota hantu. Foto/haberler

TEHERAN – Saat perang antara AS, Israel, dan Iran terus berlanjut, gambar-gambar yang datang dari Tel Aviv menjadi topik hangat. Meskipun banyak bangunan terlihat hancur akibat serangan rudal Iran, kota itu hampir berubah menjadi kota hantu.

Di tengah klaim bahwa Netanyahu telah menginstruksikan pembatasan berbagi informasi mengenai kehancuran di negara tersebut, gambar-gambar yang muncul telah menimbulkan kehebohan yang signifikan.

Melansir haberler, saat perang antara AS, Israel, dan Iran berlanjut dengan kekuatan penuh, gambar-gambar yang datang dari Tel Aviv telah menimbulkan kehebohan yang signifikan. Teramati bahwa banyak bangunan di kota itu, yang menjadi sasaran serangan rudal Iran, mengalami kerusakan parah, dan beberapa bangunan hancur total.

Gambar-gambar yang beredar di media sosial menyoroti bahwa jalanan sebagian besar kosong, dengan tumpukan puing terbentuk di beberapa area, dan kerusakan serius terjadi di kota tersebut. Setelah ledakan, terlihat bahwa fasad bangunan runtuh di beberapa lingkungan, mengakibatkan kerusakan yang meluas di sekitarnya.

Gambar-gambar tersebut menunjukkan bahwa beberapa bagian Tel Aviv tampak hampir seperti kota hantu, mengungkapkan dampak serangan terhadap kota tersebut.

Di sisi lain, muncul tuduhan bahwa Perdana Menteri Israel Binyamin Netanyahu menginstruksikan media dan beberapa pejabat untuk membatasi penyebaran informasi mengenai luasnya kerusakan di negara tersebut. Gambar-gambar yang muncul selama periode ketika tuduhan ini dibahas lebih lanjut memicu perdebatan tentang situasi terkini di Israel.

Seiring berlanjutnya serangan timbal balik antara Iran dan Israel, ketegangan di kawasan tersebut meningkat dari hari ke hari. Para ahli memperingatkan bahwa dengan perluasan serangan oleh kedua belah pihak pada hari ketujuh perang, konflik tersebut dapat meningkat menjadi krisis regional yang lebih besar.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *