
loading…
Demonstran Norwegia mengecam pembunuhan terhadap warga sipil Gaza oleh tentara Israel. Foto/anadolu
Langkah ini diambil setelah Aftenposten menerbitkan investigasi pada hari Senin yang menyatakan dana senilai USD1,9 triliun, yang terbesar di dunia, telah berinvestasi di perusahaan Israel, Bet Shemesh Engines, yang menyediakan suku cadang mesin jet untuk jet tempur Israel yang digunakan dalam perang genosida di Gaza.
Menteri Keuangan dan mantan kepala NATO, Jens Stoltenberg, yang mengawasi dana tersebut, mengatakan wajar jika muncul pertanyaan tentang investasi dana tersebut di perusahaan Israel, mengingat dana tersebut tidak seharusnya berinvestasi di perusahaan yang memungkinkan negara-negara melanggar hukum internasional, Verdens Gang melaporkan pada hari Selasa.
“Perang di Gaza bertentangan dengan hukum internasional dan menyebabkan penderitaan yang mengerikan, sehingga wajar jika muncul pertanyaan tentang investasi dana tersebut di Bet Shemesh Engines,” ujar Stoltenberg.
Pernyataan Stoltenberg selanjutnya menyatakan Norges Bank bertanggung jawab untuk menilai masing-masing perusahaan berdasarkan saran dari pengawas etika eksternal dan pedoman yang ditetapkan oleh Kementerian Keuangan.