
loading…
Sebuah laporan mengungkap para turis kaya asal negara-negara Barat membayar Rp1,5 miliar untuk dibolehkan berburu manusia selama perjalanan ke Sarajavo tahun 1990-an. Foto/X @MadameSiimone
Laporan tersebut, yang diterbitkan The Guardian, juga menyebutkan para turis tersebut—yang dijuluki “turis sniper” juga memberikan biaya tambahan untuk dibolehkan membunuh anak-anak. Apa yang dilakukan para turis kaya itu seperti berburu manusia.
Laporan itu mengutip penulis yang berbasis di Milan, Ezio Gavazzeni, yang menyatakan turis-turis asal Italia terlibat dalam “perburuan manusia” kala itu.
Baca Juga: Sniper Israel Tembaki Anak-anak Gaza seperti Bermain Game
Jaksa Milan, yang dipimpin oleh Alessandro Gobbi, meluncurkan penyelidikan yang bertujuan untuk mengidentifikasi para warga Italia yang terlibat atas tuduhan pembunuhan sukarela yang diperparah oleh kekejaman dan motif keji.
Gavazzeni telah mengumpulkan bukti atas aduan tersebut. Ada juga laporan yang dikirimkan kepada jaksa oleh mantan wali kota Sarajevo, Benjamina Karić.