
loading…
Suhu beku dan curah hujan lebat memperburuk kondisi kehidupan yang sudah mengerikan bagi ratusan ribu pengungsi Palestina di seluruh Jalur Gaza. Foto/QNN
Kantor Media Pemerintah Gaza mengatakan badai tersebut diperkirakan akan terjadi antara Rabu dan Jumat malam, membawa hujan lebat, angin kencang, gelombang laut tinggi, dan badai petir bagi penduduk yang sudah mengalami kesulitan ekstrem.
Dalam siaran pers, kantor tersebut memperingatkan banjir, runtuhnya bangunan darurat, dan genangan air di kamp-kamp pengungsian kemungkinan besar akan terjadi, menempatkan lebih dari 1,5 juta orang dalam risiko serius.
Banyak yang telah menghabiskan lebih dari setahun di tenda-tenda usang tanpa alternatif jangka panjang karena pembatasan Israel yang terus menghalangi masuknya bantuan dan material tempat tinggal, termasuk 300.000 tenda dan rumah mobil.
Kantor tersebut menganggap pendudukan Israel bertanggung jawab atas paparan warga sipil terhadap bahaya iklim dan pelanggaran hak mereka atas perumahan yang aman, mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa, organisasi internasional, Presiden AS Donald Trump, mediator, dan negara-negara donor untuk segera bertindak guna mencegah bencana lebih lanjut.
Selagi Gaza bersiap menghadapi badai, rumah sakit mencatat satu kematian dan enam luka-luka selama 24 jam terakhir di tengah agresi Israel yang berkelanjutan, Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan.