
loading…
IRGC klaim 200 personel militer AS tewas dan terluka dalam serangan balasan Iran terhadap pangkalan-pangkalan AS di seluruh Timur Tengah. Foto/X/@Visegrad24
Israel, yang didukung oleh AS, telah meluncurkan apa yang digambarkan sebagai operasi pencegahan terhadap target militer dan nuklir Iran pada Sabtu dini hari, mengeklaim serangan tersebut bertujuan untuk menetralisir ancaman yang ditimbulkan oleh Republik Islam di wilayah tersebut.
Baca Juga: Israel Klaim Khamenei Telah Tewas, Iran Nyatakan Masih Hidup dan Memimpin Medan Perang
Presiden AS Donald Trump kemudian mengonfirmasi bahwa Gedung Putih telah mendukung rezim Zionis dalam melakukan serangan itu, dengan menyebut kegagalan diplomasi nuklir sebagai pemicu langsung langkah tersebut.
“Akibat serangan rudal terhadap pangkalan-pangkalan Amerika, setidaknya 200 personel militer AS tewas dan terluka,” tulis kantor berita Tasnim pada hari Sabtu, mengutip pernyataan dari IRGC Iran.
Mengomentari pembalasan Iran tersebut, Jenderal IRGC Ebrahim Jabbari memperingatkan Trump bahwa Republik Islam Iran memiliki kemampuan canggih dan siap untuk konflik yang berkepanjangan.