
loading…
Kisah tersebut diungkap langsung oleh Peter Crouch dan sang istri, Abbey Clancy, dalam podcast The Therapy Crouch. Mereka mengenang pengalaman yang nyaris berujung masalah ketika baru mendarat di New York.
Baca Juga: Lamine Yamal Ungkap Pesan Messi saat Berpelukan di Final Piala Dunia 2026
Menurut Clancy, prosedur pemeriksaan imigrasi Amerika Serikat jauh lebih ketat dibandingkan Inggris. Karena itu, ia menegaskan bahwa ruang pemeriksaan bukan tempat yang tepat untuk melontarkan candaan.
“Kami mendarat di New York. Di sana sangat berbeda dengan Inggris, keamanannya jauh lebih ketat. Petugas imigrasi bukan orang yang bisa diajak bercanda,” kata Clancy.
Insiden bermula ketika Sophia, yang kini berusia 15 tahun, diminta memberikan sidik jari karena baru memperbarui paspornya sejak kunjungan terakhir ke Amerika Serikat. Rasa penasaran membuatnya bertanya mengapa prosedur tersebut diperlukan.
Namun, pertanyaan itu justru disampaikan dalam bentuk candaan. “Kalau misalnya sidik jari itu ada di senjata?”
Ucapan tersebut langsung membuat suasana berubah. Petugas imigrasi meminta Sophia mengulangi perkataannya, sehingga Abbey Clancy buru-buru menjelaskan bahwa putrinya bukan sedang mengakui kepemilikan senjata ataupun tindak kriminal.
Clancy menegaskan Sophia hanya ingin mengetahui bagaimana sidik jari digunakan dalam proses identifikasi pelaku kejahatan. Setelah mendapat penjelasan tersebut, petugas akhirnya mengizinkan keluarga Crouch melanjutkan perjalanan.