Riset Deloitte Bongkar Alasan Mengapa Orang Indonesia Belum Move On dari Mobil Bensin


loading…

Data Deloitte terbaru bongkar sisi lain pasar otomotif Indonesia, konsumennya makin melek digital, tapi loyalitasnya makin rapuh. Foto: Sindonews

JAKARTA – Survei Deloitte 2026 Global Automotive Consumer Study: Southeast Asia Perspectives terhadap 6.013 responden di enam negara–termasuk lebih dari 1.000 orang Indonesia –mencatat sesuatu yang tidak terjadi di pasar lain: preferensi konsumen Indonesia terhadap kendaraan berbasis mesin pembakaran internal (ICE) turun 7 poin persentase dibanding survei tahun sebelumnya. Ini penurunan tertajam di kawasan.

Bandingkan dengan Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Empat negara ini justru mencatat kenaikan minat terhadap ICE pada periode yang sama. Indonesia jalan sendiri, berlawanan arus.

Meski begitu, realitasnya tetap jelas: 55 persen konsumen Indonesia masih memilih ICE.

Minat terhadap kendaraan hybrid dan listrik memang tumbuh ke angka 42 persen — peringkat ketiga di Asia Tenggara, tepat di bawah Thailand dan Singapura — tapi mayoritas belum berpindah.

Apa yang Menahan Adopsi NEV

Riset Deloitte Bongkar Alasan Mengapa Orang Indonesia Belum Move On dari Mobil Bensin

Tiga hal disebut sebagai penghambat utama:

1.⁠ ⁠Kekhawatiran akses pengisian daya
2.⁠ ⁠Faktor biaya
3.⁠ ⁠Kesiapan infrastruktur pendukung untuk kendaraan energi baru (NEV)

Data soal infrastruktur pengisian daya ini yang paling mengungkap kesenjangan. Sebanyak 61 persen calon pembeli NEV berharap bisa mengisi daya di rumah.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *