
loading…
CEO Tokocrypto Calvin Kizana mengatakan, tokenized stocks menandai babak baru dalam perkembangan aset digital. Foto/Dok. SindoNews
Tokenized stocks atau tokenisasi aset merupakan aset digital berbasis blockchain yang menggabungkan investasi saham dengan fleksibilitas transaksi secara on-chain. Berbeda dengan perdagangan saham di bursa yang memiliki jam operasional tertentu, produk ini mengikuti karakteristik pasar aset digital yang dapat diakses 24 jam. Selain itu, tokenisasi juga memperluas pilihan aset digital bagi masyarakat yang ingin mendiversifikasi portofolio investasinya. Baca juga: Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
Peluncuran ini sejalan dengan meningkatnya tren tokenisasi aset secara global. Menurut laporan Citi Institute dalam “Tokenization 2030: Wall Street On-Chain” (2026), nilai pasar tokenized stocks dunia mencapai USD17 miliar. Angka ini diprediksi akan terus tumbuh hingga mencapai USD5,5 triliun pada 2030.
Meningkatnya tren tokenisasi aset didorong oleh berbagai keunggulan yang ditawarkan teknologi blockchain dalam mendukung transaksi aset keuangan. Laporan World Economic Forum (WEF) berjudul “Asset Tokenization in Financial Markets: The Next Generation of Value Exchange (2025)” menyoroti bahwa tokenisasi aset mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, serta memperluas akses terhadap berbagai aset keuangan.
Selain menghadirkan akses yang lebih fleksibel, tokenisasi memungkinkan aset dibagi ke dalam unit digital yang lebih kecil. Pendekatan ini berpotensi membuka peluang investasi yang lebih luas bagi masyarakat yang sebelumnya menghadapi keterbatasan untuk berinvestasi pada aset bernilai tinggi.