
loading…
Wuling dan Baoujun berada dibawah perusahaan yang sama SGMW, tapi menyasar segmen yang berbeda. Foto: Wuling Indonesia
Baojun lahir 2010 — diposisikan lebih premium, menyasar kota-kota tier 3 dan 4 China yang sedang naik kelas. Strategi SGMW simpel tapi cerdas: produk yang sama, dijual dengan merek berbeda di pasar berbeda.
Di China ada Wuling dan Baojun. Untuk ekspor ke Amerika Latin dan Timur Tengah, SGMW pakai merek Chevrolet. Untuk India, pakai merek MG.
Dan untuk Indonesia, semua dijual sebagai Wuling — meski sebagian basisnya adalah produk Baojun.
Rebadge di Indonesia:
— Wuling Confero = rebadge Wuling Hongguang S1 (bukan Baojun, murni Wuling)
— Wuling Cortez = rebadge Baojun 730 (MPV 7-penumpang China)
— Wuling Almaz = rebadge Baojun 530 (compact SUV China)
Baojun 530 sendiri adalah contoh rebadge lintas benua yang ekstrem: satu platform, empat merek berbeda di empat pasar berbeda — Baojun 530 di China, Wuling Almaz di Indonesia, Chevrolet Captiva di Amerika Latin dan Timur Tengah, dan MG Hector di India.
Perbedaan teknis mendasar: model Wuling “asli” umumnya rear-wheel drive dengan gardan belakang rigid — cocok untuk angkutan berat.
Sedangkan model berbasis Baojun yang dijual sebagai Wuling di Indonesia (Cortez, Almaz) menggunakan front-wheel drive — lebih nyaman untuk keluarga.