Iran Kecam Pejabat AS yang Ejek Kegagalan Team Melli



loading…

Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, Markwayne Mullin (kiri) menyampaikan komentar bernada sindiran usai Iran tersingkir dari Piala Dunia 2026. Foto: Givemesport

Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) mengecam pernyataan pejabat Amerika Serikat, Markwayne Mullin, yang merayakan tersingkirnya Timnas Iran dari Piala Dunia 2026 . Pernyataan tersebut memicu polemik baru di tengah hubungan yang telah memanas antara Iran dan tuan rumah turnamen sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia.

Iran gagal melaju ke babak 32 besar setelah finis di fase grup dengan dua hasil imbang melawan Belgia dan Selandia Baru. Harapan Team Melli sempat muncul ketika Shoja Khalilzadeh mencetak gol pada menit-menit akhir melawan Mesir. Namun gol tersebut dianulir karena offside yang sangat tipis. Peluang Iran untuk lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik juga pupus setelah Austria mencetak gol penyeimbang pada menit ke-96 saat menghadapi Aljazair.

Baca Juga: Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan

Sejak awal turnamen, Iran mengeluhkan perlakuan yang mereka terima selama berada di Amerika Serikat. Karena pembatasan yang diberlakukan pemerintah AS, skuad asuhan Amir Ghalenoei tidak diizinkan menetap di wilayah Amerika Serikat dan harus bolak-balik dari Meksiko untuk menjalani pertandingan. Federasi Iran bahkan mengajukan protes resmi kepada FIFA, sementara Ghalenoei menyebut timnya sebagai “tim yang paling tertindas” di Piala Dunia. Kapten Mehdi Taremi juga mengkritik FIFA dan otoritas Amerika Serikat atas kondisi yang mereka alami.

Kontroversi semakin memanas setelah Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, Markwayne Mullin, yang dikenal sebagai salah satu sekutu dekat Presiden Donald Trump, menyampaikan komentar bernada sindiran usai Iran tersingkir. Mullin mengaku senang Iran tidak lagi kembali ke Amerika Serikat dan menyebut tim tersebut sebagai delegasi yang paling banyak menyita perhatian aparat selama turnamen.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *