
loading…
Riswandi menjadi representasi generasi muda daerah yang tidak hanya berperan sebagai pembuat konten, tetapi juga penggerak edukasi digital berbasis praktik langsung bagi pelaku usaha lokal.
Berawal dari Kesenjangan Digital di Daerah Ketertarikan Riswandi terhadap literasi visual berangkat dari pengamatannya di lingkungan sekitar. Ia melihat adanya kesenjangan antara kualitas produk lokal dan cara produk tersebut ditampilkan di media digital.
“Banyak UMKM sebenarnya memiliki produk yang bagus, tetapi tidak tersampaikan dengan maksimal karena visual yang digunakan masih sangat sederhana dan kurang menarik,” ujar Riswandi.
Melihat kondisi tersebut, ia mulai membangun pendekatan edukasi yang berfokus pada peningkatan kemampuan visual branding yang mudah diterapkan oleh para pelaku usaha.