Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan



loading…

Satu kendaraan militer Israel meledak setelah bom rakitan (IED) Hizbullah menghantam pasukan yang sedang maju di dekat Bukit Ali Al-Taher di Lebanon selatan. Foto/x

BEIRUT – Yedioth Ahronoth melaporkan pasukan Israel belum mampu mengambil tank komandan Batalyon 52, yang tewas di Lebanon selatan. Menurut laporan tersebut, tank yang rusak tempat komandan batalyon dan tentara lainnya tewas tetap tidak dapat diakses karena risiko yang masih ada di daerah tersebut.

Sebelumnya dilaporkan, satu batalyon Israel yang namanya secara internasional dikaitkan dengan pembunuhan gadis Palestina berusia enam tahun, Hind Rajab,telah menderita kerugian besar di Lebanon selatan. Menurut laporan, komandan batalyon itu termasuk di antara empat tentara yang tewas dalam penyergapan mematikan.

Militer Israel mengumumkan pada hari Jumat (19/6/2026) bahwa Letnan Kolonel Dor Ben Shimchon, komandan Batalyon ke-52 dari Brigade Lapis Baja ke-401, tewas bersama tiga tentara lainnya selama insiden keamanan di dekat Kfar Tibnit di Lebanon selatan.

Otoritas Israel mengatakan insiden itu terjadi tak lama setelah tengah malam ketika satu tank Merkava milik batalyon tersebut dihantam oleh apa yang digambarkan militer sebagai “target mencurigakan.”

Militer Israel mengatakan masih menyelidiki apakah serangan itu dilakukan menggunakan drone peledak atau sistem senjata lain.

Media Israel menggambarkan insiden itu sebagai salah satu kemunduran terberat militer di Lebanon selatan dalam beberapa bulan terakhir, dengan laporan yang menunjukkan banyak tentara dan perwira lainnya terluka.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *